Detail Ukuran Dan Harga Terbaru Pondasi Batu Kali

41 Dilihat

Halo mitra sumber material yang terhormat! Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas karakteristik dan kelebihan pondasi batu kali yang mungkin menarik perhatian Anda. Meskipun sering dianggap kurang menarik secara visual, pondasi batu memiliki peran penting dalam pembangunan. Mari kita eksplorasi bersama karakteristiknya yang membuatnya menjadi pilihan yang baik.

Pondasi Batu Kali
Pondasi Batu Kali

Mengenal Apa itu Pondasi Batu Kali?

Pondasi batu kali adalah jenis pondasi bangunan yang terbuat dari struktur batu kali, pasir, dan semen yang disusun menyerupai trapesium untuk menopang beban konstruksi di atasnya. Pondasi ini sering digunakan dalam konstruksi rumah 2 lantai yang relatif sederhana dan kondisi tanahnya masih cukup baik. Dalam pembuatannya, bahan yang digunakan bukan hanya batu kali, tetapi juga pasir pasang dan semen PC yang berwarna abu-abu.

Produk Terbaru Kami

Baca Juga:  Perbedaan Base Course A dan Base Course B dan Harganya

Karakteristik Pondasi Batu Kali

Berikut adalah beberapa karakteristik fisik pondasi batu kali:

Warna dan Ukuran Batu Kali

  • – Warna batu kali cenderung monoton dan tidak menarik secara visual.
  • – Ukuran batu kali tidak beraturan, namun harus memenuhi syarat ukuran yang sesuai dengan standar pondasi.

Keras dan Tidak Mudah Lapuk

  • – Batu kali memiliki kekerasan yang tinggi sehingga mampu menopang beban bangunan dengan baik.
  • – Tidak mudah lapuk atau terkikis oleh cuaca atau faktor lingkungan lainnya.

Merekat Kuat dengan Semen

  • – Pondasi batu kali memiliki kemampuan untuk merekat dengan semen dengan baik.
  • – Hal ini membuat pondasi menjadi lebih kokoh dan tahan lama.

Tahan Terhadap Gempa

  • – Pondasi batu kali memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan guncangan akibat gempa bumi.
  • – Struktur batu kali yang kokoh dan kuat dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap kerusakan akibat gempa.

Pengerjaan Lebih Cepat dan Fleksibel

  • – Proses pengerjaan pondasi batu kali lebih cepat dibandingkan dengan pondasi lainnya.
  • – Fleksibilitas dalam pemasangan batu kali memungkinkan penyesuaian dengan kondisi tanah yang berbeda.

Dengan karakteristik-karakteristik di atas, batu kali menjadi pilihan yang baik untuk digunakan dalam pondasi pembangunan.

Kelebihan Pondasi Batu Kali

Dibawah ini adalah beberapa kelebihan pondasi dari batu kali:

  1. Pelaksanaan yang mudah: Salah satu kelebihan utama dari pondasi batu kali adalah kemudahan dalam pelaksanaannya. Proses pengerjaan pondasi batu relatif lebih mudah dibandingkan dengan jenis pondasi lainnya. Hal ini disebabkan oleh ketersediaan batu kali yang mudah didapatkan, terutama di daerah Pulau Jawa. Dengan pelaksanaan yang mudah, waktu pengerjaan pondasi dapat lebih cepat, sehingga mempercepat proses konstruksi bangunan.
  2. Biaya yang lebih murah: Menggunakan batu kali sebagai bahan pondasi dapat mengurangi biaya pelaksanaan secara signifikan. Batu kali, atau yang juga dikenal sebagai batu mangga, memiliki harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan bahan pondasi lainnya. Hal ini membuat penggunaan pondasi batu kali menjadi pilihan yang ekonomis, terutama bagi proyek-proyek dengan anggaran terbatas.
  3. Batu pecah mudah didapatkan: Kelebihan lain dari pondasi batu kali adalah ketersediaan batu pecah yang mudah didapatkan. Terutama di daerah Pulau Jawa, batu pecah dapat dengan mudah ditemukan dan digunakan sebagai bahan pondasi. Ketersediaan bahan yang cukup memudahkan proses konstruksi, sehingga tidak perlu repot mencari bahan alternatif.
  4. Tahan lama dan awet: Pondasi batu kali terbukti memiliki ketahanan dan keawetan yang baik. Dalam kondisi yang baik dan jika dipasang dengan benar, pondasi batu memiliki kemampuan untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama. Hal ini mengurangi risiko kerusakan atau kegagalan pondasi, sehingga meminimalkan kemungkinan bangunan roboh.
  5. Cocok untuk bangunan tidak bertingkat: Pondasi batu kali lebih cocok digunakan untuk bangunan yang tidak bertingkat atau bangunan dengan tingkat rendah. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan biasa yang lebih besar jika menggunakan batu pecah. Untuk bangunan bertingkat 2 atau lebih, disarankan untuk menggunakan jenis pondasi yang lebih kuat dan stabil.
Baca Juga:  Analisa Harga Upah Pasang Pondasi Batu Kali Per M2

Kekurangan Pondasi Batu Kali

Selain kelebihan atau keunggulan, jenis pondasi ini juga memiliki kekurangan sbb:

  • Sulit didapatkan: Pada beberapa daerah, batu pecah sulit untuk didapatkan. Hal ini menjadi kendala dalam menggunakan batu kali sebagai bahan pondasi. Namun, alternatifnya adalah menggunakan batu kali yang lebih mudah ditemukan.
  • Tidak cocok untuk bangunan bertingkat: Pondasi batu kali tidak dianjurkan untuk bangunan bertingkat dua atau lebih. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan akan kekuatan yang lebih besar jika menggunakan batu kali. Untuk bangunan bertingkat, disarankan menggunakan bahan pondasi yang lebih kuat.
  • Membutuhkan biaya lebih besar: Meskipun biaya pelaksanaan pondasi batu kali relatif lebih murah, namun jika daerah tersebut sulit untuk mendapatkan batu pecah, maka akan membutuhkan biaya yang lebih besar untuk mendapatkan batu kali sebagai penggantinya. Hal ini perlu dipertimbangkan dalam perencanaan anggaran pembangunan.
  • Tidak estetis: Secara visual, batu kali memiliki bentuk yang tidak beraturan dan warna yang monoton. Hal ini membuatnya kurang menarik secara estetis. Namun, penting untuk diingat bahwa karakteristik fisik batu kali tidak mempengaruhi kekuatan dan fungsi pondasi yang dibangun.

Cara Menghitung Volume Kebutuhan Pondasi Batu Kali

Cara Menghitung Volume Kebutuhan Pondasi Batu Kali yang benar dan tepat adalah sebagai berikut:

Rumus Penghitungan

  • a. Rumus Dasar

Rumus dasar yang digunakan untuk menghitung volume kebutuhan pondasi batu kali adalah sebagai berikut:

“Volume pasangan batu = Luas penampang pasangan batu x Panjang pasangan batu”

  • b. Rumus Kebutuhan Batu

Untuk menghitung kebutuhan batu pada pondasi batu kali, digunakan rumus berikut:

“Volume pasangan batu x Koefisien bahan”

Contoh Penghitungan

Misalkan kita memiliki denah pondasi batu kali dengan ukuran sebagai berikut:

Baca Juga:  Harga Batu Pondasi Terbaru: Batu Gunung & Kali
  • – Luas penampang pasangan batu: 1 meter persegi
  • – Panjang pasangan batu: 5 meter
  • – Koefisien bahan: 1,5

a. Menghitung Volume Pasangan Batu

Volume pasangan batu dapat dihitung dengan menggunakan rumus dasar:

Volume pasangan batu = Luas penampang pasangan batu x Panjang pasangan batu

Volume pasangan batu = 1 meter persegi x 5 meter

Volume pasangan batu = 5 meter kubik

b. Menghitung Kebutuhan Batu

Kebutuhan batu dapat dihitung dengan menggunakan rumus kebutuhan batu:

  • Kebutuhan batu = Volume pasangan batu x Koefisien bahan
  • Kebutuhan batu = 5 meter kubik x 1,5
  • Kebutuhan batu = 7,5 meter kubik

Dengan demikian, untuk denah pondasi batu kali dengan ukuran yang diberikan, kebutuhan batu yang dibutuhkan adalah sebesar 7,5 meter kubik.

Daftar Harga Batu Kali Untuk Pondasi

Berikut adalah daftar harga batu kali untuk pondasi, yang mencakup grade, volume, dan harga per m3:

1. Grade A

– Volume: 1 m3

– Harga: Rp 280.000,- per m3

2. Grade B

– Volume: 1 m3

– Harga: Rp 250.000,- per m3

3. Grade C

– Volume: 1 m3

– Harga: Rp 231.000,- per m3

Harap dicatat bahwa harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu dan dapat berbeda tergantung pada lokasi pengiriman. Pastikan untuk memeriksa harga aktual sebelum melakukan pembelian.

Penting untuk memilih grade batu kali yang sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi pondasi Anda. Juga, pastikan untuk memperhitungkan volume yang dibutuhkan agar dapat mengestimasi biaya secara akurat.

Metode Pelaksanaan Pondasi Batu Kali

Langkah 1: Persiapan

Sebelum memulai pemasangan pondasi batu kali, pastikan Anda sudah menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan. Selain itu, pasang patok sokong dan ikatkan dengan profil untuk memperkuat pondasi ini. Persiapan yang baik adalah kunci keberhasilan.

Langkah 2: Penentuan Profil

Pasang benang pada sisi luar profil dengan tinggi 25 cm dari permukaan urugan pasir. Pastikan ketegakan dan posisi profil sudah sesuai dengan ukuran yang diperlukan. Jika ada yang tidak tepat, segera perbaiki.

Langkah 3: Pemasangan Batu Kali

Pemasangan batu kali dimulai dengan menyusun batu-batu di atas lapisan urug tanpa bahan adukan setinggi 25 cm. Pastikan untuk mengisi celah-celah antar batu dengan pasir sehingga tidak ada rongga yang tersisa. Siram pasangan batu ini dengan air untuk memastikan kekokohannya. Naikkan benang pada 25 cm berikutnya dan pasang batu kali dengan adukan sesuai dengan ketinggian benang.

Langkah 4: Pengecekan dan Perbaikan

Selalu periksa kembali bidang luar pasangan batu kali untuk memastikan kesesuaian dengan profil. Jika ada yang tidak sesuai baik dari segi posisi maupun ukuran, lakukan perbaikan segera. Keakuratan dalam langkah ini penting untuk hasil yang kuat dan tahan lama.

Langkah 5: Penyelesaian

Setelah semua batu kali terpasang dengan baik, biarkan adukan mengering dan mengeras. Lakukan pengecekan akhir untuk memastikan kekokohan dan kestabilan pondasi batu kali yang telah Anda bangun. Keamanan dan kualitas adalah kunci.

Jadi, dengan mengikuti metode pelaksanaan ini, Anda dapat memasang pondasi batu kali dengan mudah dan efisien. Ingatlah untuk selalu menggunakan batu kali berkualitas tinggi dan memperhatikan detail-detail teknis agar pondasi berfungsi dengan baik dan tahan lama.

Penutup

Pondasi batu mungkin bukan yang paling mencolok dalam sebuah bangunan, namun kekuatannya yang tahan lama menjadikannya pilihan ideal. Dalam memilih pondasi, penting untuk memahami detail ukuran dan harga terbaru pondasi batu kali. Keputusan yang tepat akan memberikan keamanan dan kestabilan bagi bangunan Anda.

Terima kasih telah membaca panduan ini, Mitra Sumber Material. Semoga informasi ini bermanfaat dalam proyek konstruksi Anda.

Referensi: Wiki_Batu