Batu Pecah, Agregat, Sirtu: Apa Saja Nama Lain Batu Split? - Mitra Sumber Material yang berbahagia, pernahkah Anda mendengar istilah “batu pecah”, “agregat”, atau “sirtu” saat berdiskusi tentang material konstruksi? Istilah-istilah ini seringkali bikin bingung, ya?
Daftar Isi:
Nah, jangan khawatir! Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai nama lain untuk batu split, kegunaannya, sampai perkiraan harganya. Dengan begitu, Anda bisa lebih paham dan tepat saat memilih material yang dibutuhkan untuk proyek Anda.
Mengapa Batu Split Punya Banyak Sebutan?
Mitra, mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa satu material bisa punya banyak nama? Penyebabnya cukup beragam. Pertama, perbedaan regional. Di daerah tertentu, istilah lokal mungkin lebih populer daripada “batu split” itu sendiri. Misalnya, istilah “sirtu” lebih sering digunakan di beberapa wilayah Jawa.
Kedua, perbedaan berdasarkan proses pembuatan dan ukuran. “Batu pecah” misalnya, mengacu pada batu split yang dihasilkan dari pemecahan batu alam dengan mesin crusher. Sementara “agregat” adalah istilah yang lebih umum dalam dunia teknik sipil, mencakup berbagai jenis material granular seperti batu split, pasir, dan kerikil.
Membedakan Batu Split dengan Istilah Lain
Untuk lebih jelasnya, yuk kita bedah satu per satu:
- Batu Pecah: Hasil pemecahan batu alam menjadi ukuran yang lebih kecil menggunakan mesin crusher. Biasanya digunakan sebagai bahan dasar untuk jalan, landasan, atau campuran beton.
- Agregat: Istilah teknis yang mencakup semua material granular seperti batu split, pasir, kerikil, dan sebagainya. Agregat berfungsi sebagai pengisi dalam campuran beton atau aspal, serta memberikan kekuatan dan stabilitas pada struktur.
- Sirtu (Singkatan dari Sirup Timbun): Campuran antara batu split, pasir, dan tanah yang dipadatkan. Sirtu sering digunakan untuk penguatan jalan desa atau area parkir.
- Macadam: Lapisan dasar jalan yang terbuat dari batu pecah yang dipadatkan. Istilah ini berasal dari nama John Loudon McAdam, seorang insinyur jalan Skotlandia yang mengembangkan teknik ini pada awal abad ke-19.

Ukuran Batu Split dan Kegunaannya
Ukuran batu split sangat memengaruhi kegunaannya. Secara umum, ada beberapa ukuran yang umum di pasaran:
| Ukuran | Kegunaan |
|---|---|
| 5/20 mm | Drainase, lapisan dasar jalan, campuran beton ringan. |
| 20/40 mm | Lapisan dasar jalan, pondasi bangunan, drainase besar. |
| 40/60 mm | Pondasi bangunan, stabilisasi tanah, material timbunan. |
| 60/80 mm | Stabilisasi tanah, material timbunan, saluran drainase besar. |
Harga batu split sendiri bervariasi tergantung ukuran, lokasi, dan penjual. Sebagai gambaran, harga batu split ukuran 5/20 mm di wilayah Jabodetabek berkisar antara Rp 180.000 – Rp 250.000 per ton (estimasi 2026). Harga ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu — hubungi Kami untuk penawaran terbaru dan paling akurat sesuai kebutuhan proyek Mitra.
Memilih Batu Split yang Tepat untuk Proyek Anda
Anda, sebagai pelaku konstruksi, perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum membeli batu split. Pertama, tentukan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan proyek Anda. Kedua, pastikan kualitas batu split memenuhi standar SNI. Ketiga, bandingkan harga dari beberapa supplier untuk mendapatkan penawaran terbaik.
Kami di Sumber Material menyediakan berbagai ukuran batu split dengan kualitas terjamin dan harga yang kompetitif. Selain itu, Kami juga menawarkan jasa pengiriman ke seluruh wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim Kami untuk mendapatkan rekomendasi material yang paling tepat untuk proyek Anda.
Butuh bantuan langsung untuk kebutuhan proyek Mitra Sumber Material? Silakan klik tombol WhatsApp atau Telepon di bawah untuk ngobrol langsung dengan tim Kami.